MASYARAKAT PRAGMATIS

Ramadhan 1415H, 22 tahun lalu…
=========================

MASYARAKAT PRAGMATIS
… “kejahatan” seorang intelektual adalah : kecemerlngan berpikir dan kesadaran intelektual. Sebab, yang namanya jati diri, kesadaran dan beroikir, di hari-hari yang kebodohan begitu menggejala, adalah suatu “kejahatan”, khususnya bila hal itu terjadi di tengah masyarakat yang tertindas dan kaum intelektual yang telah kehilangan semangat, harga diri dan keteguhan …
(Ali Syari’ati, pada buku Kuwair)
Endapan makna seorang intelektual pada tulisan diatas lahir dari seorang Ali Syari’ati. Seorang pemikir dan cendekiawan yang pernah dimiliki dunia Islam. Ali Syari’ati berkembang dalam kecerdasan dan kecemerlangannya ketika dunia Timur (Asia dan Timur Tengah) sedang dilanda trend berkiblat pada satu ideologi tertentu. Syari’ati hidup ketika ideologi liberalisme dan komunisme – antitesa liberalisme -, menjadi ideologi idola jutaan ras-ras manusia. Dari kondisi yang dilihat dan dirasakannya itulah Ia lahirkan tulisan-tulisan yang mencoba memberikan alternatif dan sekaligus refleksi kepada masyarakat yang Ia cintai dimana Ia hidup. Dalam kurun waktu yang tidak jauh, kita juga kenal Sayid Qutb ataupun Murtadha Muthahhari, dua dari beberapa mutiara-mutiara dunia Islam yang cukup tajam analisis sosiologisnya.