wacana, tip dan nasihat

Kontemplasi#5

(repost Facebook)

Problem kita saat ini adalah krisis jati diri. Salah satu cirinya adalah kemampuan menyalahkan orang lain meningkat. Bangsa yang besar dan berkarakter, tak mudah menyerah dan tak punya kebiasaan menyalahkan orang lain atas kegagalannya.
Bangsa Jepang menyadari kesalahannya sesaat setelah kekalahan mereka di Perang Dunia II, lalu bangkit dan merombak total tujuan mereka berbangsa, yaitu kesejahteraan bangsa melalui kemandirian. Korea Selatan,

Kontemplasi#4

(repost Facebook)

Pandawa Dadu. Adalah kisah ketika Pandawa yang telah mendirikan Kerajaan Amarta, dilucuti dan akhirnya harus diasingkan ke hutan selama 12 tahun. Tak hanya kehilangan negara, penghinaan pun dialami istri Yudistira, Dewi Drupadi, anak tertua keluarga Pandawa yang akan direngut kehormatannya oleh Dursasana, anak kedua keluarga Kurawa.

Bermula dari keinginan Kurawa merebut Kerajaan Amarta yang maju dan sejahtera dibawah pimpinan para Pandawa, masuklah Sengkuni, yang sebenarnya adalah paman mereka, keluarga Pandawa dan keluarga Kurawa.

Kontemplasi#3

Mengapa organisasi diperlukan? Karena perjuangan yang tak dihimpun, akan terserak dan menjadi dedaunan kering yang hanya berisik. Dan orang berhimpun di organisasi karena ada kesamaan tujuan, idealisme (cita-cita) dan keyakinan akan perubahan (positif) yang terjadi.
Namun, jika organisasi sudah tak memiliki tujuan apalagi idealisme serta hanya menjadi panggung sesaat, itu hanyalah serupa gerombolan. Akan bubar saatnya jam makan siang tak terpenuhi.

Kontemplasi#3

Kontemplasi#2

Bung Hatta berjuang demi Indonesia sejak masih

SMP. lde besar kemerdekaan bangsa terbentuk ketika
kuliah di Amsterdam, Belanda. Negeri asal penjajah.
Bersumpah tak akan menikah sampai Indonesia
merdeka, dan dengan ringan meletakkan jabatan
Wapres pada tahun 1956. Tak ada beban, tak ada
amarah. Dan terus kritis kepada kekuasaan.

Begitulah contoh pemimpin yang tak lenyap ketika
turun dari panggung, tak senyap dari aura

pengorbanan tahir batin. Rakyat mengangkat topi, dan
membungkukkan badan, hormat dan kehilangan
ketika ia pergi untuk selama-lamanya. Ia akan

dikenang sepanjang umur negeri. Bersyukur negeri
kita pernah memilikinya.

Kontemplasi#2

Kontemplasi#1

Pemimpin yang teruji leadershipnya, akan muncul di segala situasi yang membutuhkan wisdom (kebijaksanaan) dan tangan dinginnya dalam memecahkan persoalan. Bukan sebaliknya, kemunculannya justru seringkali menciptakan
masalah. Pemimpin seperti ini direkayasa dan dipanggungkan sedemikian rupa bahkan diatas kerusakan sistem dan moral untuk mencapainya.

Pemimpin mesti berani melarang dan menunjukkan sikap bagi yang dipimpinnya bahwa jabatan bukan
segala-galanya. Yang lebih penting adalah menjamin bahwa masa depan dan cita-cita yang lebih besar
akan selamat diemban oleh organisasi. Pemimpin yang tak berani mengecilkan diri demi terjaganya idealisme dan cita-cita besar di depan, hanya mencari panggung sesaat. Pasti lenyap, dengan selesainya
panggung itu.

Kontemplasi#1

1 2 3

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia