Strategi To Build BRI memiliki satelit sendiri

Sebelum memutuskan meluncurkan satelit sendiri pada Juni 2016 ini, BRI sudah lama menjadi pelanggan layanan satelit. Bisnis satelit tentunya beda dengan mengoperasikan satelit. Bisnis satelit umum dibagi dua, yaitu up stream dan down stream. Bisnis up stream memberikan layanan transponder, satelit, pengoperasian satelit (satelit mission) dan orbital slot. Ini adalah bisnis hulu. Sementara bisnis down stream melayani VSAT, IDR, Video Distribution, Satellite News Gathering (SNG) yang sering dipakai siaran live TV, serta broadband satellite . Ini adalah bisnis hilir atau retailnya satelit. Perusahaan (enterprise) yang membutuhkan layanan satelit, akan memilih layanan satelit mana yg dibutuhkan. Misal, untuk mendukung ribuan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang kadang terpencil, bank membutuhkan layanan satelit melalui penyewaan VSAT (Very Small Aperture Terminal) dari operator telekomunikasi (telco) yang menyediakan VSAT. Namun operator seluler, lebih membutuhkan transponder untuk layanan back up mereka setelah layanan utama terestrial yaitu kabel laut, radio lalu satelit. Bank cukup membayar sewa layanan VSAT utk masing-masing ATM. Tidak perlu menyewa transponder yang memang tidak relevan. Bank juga bebas dari urusan teknis me-maintenance jaringan, karena sudah diurus oleh telco yg menyewakannya. Di lain pihak, kalau mau menelusuri supply chain layanan VSAT telco, sang telco pun belum tentu punya satelit sendiri, dia cukup menyewa transponder dari perusahaan penyedia satelit baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk menyediakan layanan VSAT. Strategi sang telco ini disebut strategi To Borrow. Di Indonesia, telco yang punya satelit misalnya Telkom dan Indosat. Dan, kalau mau menelusuri supply chain perusahaan penyedia satelit, mereka pun kadang juga masih menyewa transponder dari penyedia satelit lain karena kapasitas transponder per satelit itu beda, tergantung desain dan tujuan pembuatan satelit. Sehingga jika mereka kehabisan transponder, mau tidak mau, mereka pasti akan menyewa satelit milik orang lain.

Kembali ke aksi korporasi BRI membeli satelit sebesar Rp 3,375 triliun (info TV One), strategi ini jelas menunjukkan akhirnya BRI menggunakan strategi To Build alias membangun satelit sendiri untuk melayani ribuan channel yang tersebar di pelosok Indonesia. Dari yang sebelumnya To Borrow alias cukup menyewa ke telco. Jelas BRI sudah menghitung semua aspek kenapa BRI akhirnya perlu punya satelit sendiri. Yang intinya adalah biaya pengadaan satelit sebesar Rp 3,375 triliun diatas, pasti masih lebih kecil dibanding jika mereka harus sewa layanan satelit untuk ribuan channel mereka. Menarik juga untuk dicek nanti, bagaimana financing yang digunakan BRI untuk mendapatkan hard asset ini :).
Namun demikian, sesuai dengan regulasi yang ada, layanan satelit BRI pastinya hanya untuk kebutuhan sendiri (ijin Jaringan Tertutup). Dengan demikian saya sebenarnya lebih pas menyebut apa yang dilakukan BRI dengan istilah mengoperasikan satelit sendiri, ketimbang BRI bisnis di satelit. Masih perlu dicek, bagaimana infrakstruktur pendukung satelit BRI ini dijalankan, seperti dukungan stasiun bumi untuk pengendalian satelit BRI di orbitnya. Dan tentunya, bagaimana pengelolaan layanan satelit mereka ke depan setelah usia teknis satelitnya habis.

Apapun, langkah BRI memiliki satelit sendiri ini, di sisi korporasi menunjukkan BRI punya visi yang jelas untuk memperkuat layanan mereka ke seluruh pelosok negeri sesuai dengan branding BRI sebagai Bank Rakyat.

@januar_sw
10062016

5 Comments

  • Ade Sulchi
    Ade Sulchi
    08.07.2016

    Analisa yg bagus jika lebih didalami lagi evidence nya Mas, apakah BRIsat ini menjadi opportunity bagi Telkom atau Malay sbg entry barrier nya bagi Telkom

  • januar
    januar
    09.07.2016

    Terima kasih masukannya Pak Ade Sulchi. Salam hangat @JSW

  • Ade Sulchi
    Ade Sulchi
    20.07.2016

    Mas Januar, nyunsewu apakah punya contoh Business Model ? barangkali Mas Januar saya minta ya Mas.
    Matursuwun

  • januar
    januar
    26.07.2016

    Model Bisnis layanan satelit ada di Operating Unit yang menangani layanan satelit. Dmk Pak

  • cheap
    cheap
    16.05.2017

    This is a good selling high-end watch site fake watches

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia