Renungan Maulid Nabi 1437H

Mengingatmu

Mengingatmu adalah kelembutan diantara para nomad pagan kasar dan keras padang pasir

Mengingatmu adalah kepemimpinan teladan nan sempurna lahir dan batin

Mengingatmu adalah kesabaran tak berbatas yang bahkan malaikat pun tak mampu menahan sabarnya saat engkau berdarah-darah di Thaif

Mengingatmu adalah tetes air mataku selalu ketika diceritakan seorang Yahudi pengemis tua dan buta yang selalu mencacimu begitu rupa, seketika memeluk Islam ketika ia tahu dialah yang selama ini memberinya suapan penuh kasih, telah pergi untuk selamanya

Mengingatmu adalah kesederhanaan luar biasa diatas kekuasaan doktrinal agama baru yang telah engkau rengkuh dan menjangkau sepertiga dunia di akhir hayatmu

Ya Rasul Salam’alaika

Muhammad, nama seorang Rasul Mu, Nabi Mu
Muhammad, nama seorang manusia biasa
Manusia biasa kekasih MU

Keagungan akhlakmu adalah sinar abadi yang sesungguhnya harus terpatri di dada tiap umatmu

Ya Rasul Salam’alaika

Maka, menangislah aku mengingatmu ketika ada umatmu menjadi begitu kasar dan keras hanya karena merasa mewarisimu

Maka, menangislah aku mengingatmu ketika ada umatmu menjadi menakutkan hanya karena merasa mewarisimu

Maka, menangislah aku mengingatmu ketika ada umatmu kehilangan kelembutan dan kasih sayang hanya karena merasa mewarisimu

Ya Rasul Salam’alaika

Tak kan kulupa tetes tangisku di Madinah saat ku pamit di pusaramu

Seakan engkau pun tersenyum dan membalas tiap salam dari ribuan umatmu yang rindu engkau

Ya Rasul Salam’alaika

Sesungguhnya engkau memang tak pernah pergi demi umatmu sampai akhir jaman dan Hari Kebangkitan kelak.

Renungan Maulid Nabi 1437H

JSW, 24122015

No Comments

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia