Kontemplasi#4

(repost Facebook)

Pandawa Dadu. Adalah kisah ketika Pandawa yang telah mendirikan Kerajaan Amarta, dilucuti dan akhirnya harus diasingkan ke hutan selama 12 tahun. Tak hanya kehilangan negara, penghinaan pun dialami istri Yudistira, Dewi Drupadi, anak tertua keluarga Pandawa yang akan direngut kehormatannya oleh Dursasana, anak kedua keluarga Kurawa.

Bermula dari keinginan Kurawa merebut Kerajaan Amarta yang maju dan sejahtera dibawah pimpinan para Pandawa, masuklah Sengkuni, yang sebenarnya adalah paman mereka, keluarga Pandawa dan keluarga Kurawa.
Dengan segala daya upaya, Sengkuni mulai menyusun strategi perebutan Kerajaan Amarta oleh Kurawa melalui permainan dadu. Permainan para bangsawan. Pandawa yang pada awalnya menolak bermain, akhirnya terus tergiring dengan strategi licik Sengkuni dengan akhir permainan adalah pertaruhan Kerajaan Amarta milik Pandawa. Pandawa yang diawal permainan selalu menang, akhirnya memang kalah oleh strategi  Sengkuni. Jatuhlah Kerajaan Amarta ke tangan para Kurawa.

Begitulah, Sengkuni mejadi penyebab jatuhnya Negeri Amarta ke tangan Kurawa dan ditambah dengan hukuman buang yang juga harus dijalankan keluarga Pandawa selama dua belas tahun di hutan.

Kisah Pandawa Dadu, berakhir tragis dengan terjadinya perang besar Pandawa dan Kurawa dalam Perang Bharatayudha untuk mengambil kembali hak Pandawa atas Kerajaan Amarta. Perang besar kebenaran melawan kebatilan.

* * *

Kisah tentang Sengkuni, tokoh kontroversial yang menjadi penghasut, oportunis nan licik dalam cerita pewayangan diatas sesungguhnya refleksi kenyataan yang ada di sekitar kita. Dari kisah kenabian, kisah heroik kepahlawanan dan bahkan kisah antar manusia, selalu ada ‘peran Sengkuni’ yang muncul.

Sengkuni dan kerusakan yang ditimbulkannya, menjadi peringatan bahwa orang-orang baik seperti Pandawa pun bisa terperangkap dan jatuh ketika tipu muslihat terus-menerus dilancarkan dengan sistematis demi sebuah tujuan kekuasaan.

Sengkuni dan kerusakan yang ditimbulkannya, menjadi peringatan bahwa ambisi akan kekuasaan sungguh mampu membutakan mata hati.

Ikatan persaudaraan,  kasih sayang, kehormatan dan prinsip moral yang membentuk peradaban, halal untuk dihancurkan demi ambisi kekuasaan yang ingin direbut.

Maka jika organisasi sudah disusupi Sengkuni, itulah tanda dimana kekacauan dan kegaduhan menjadi tanda perjuangan akan kebenaran melawan kebatilan segera dimulai.

Kontemplasi#4

No Comments

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia