Disruptive

Ketika Steve Job,CEO Apple, memutuskan untuk memproduksi telpon seluler, seluruh jajaran pimpinan Apple saat itu terperangah.Meski sudah mencetak pundi-pundi dolar lewat Macintosh dan iPod, Apple jelas tidak punya pengalaman memproduksi ponsel.Apalagi produksi ponsel di Amerika saat itu didikte oleh para operator besar disana, AT&T dan Verizon. Job meyakinkan jajarannya, bahwa yg akan Apple ciptakan bukanlah ponsel biasa.Namun ponsel yang akan mengubah mindset dan bahkan industri telekomunikasi. Maka hadirlah iPhone di tahun 2007. Ponsel pertama di dunia yang menggunakan ujung jari dalam pengoperasiannya. Keesokan hari setelah Job mempresentasikan iPhone, mengularlah antrian pembeli iPhone di seluruh toko-toko Apple di AS. Job men-disrupt pasar ponsel Amerika yang justru dikuasai operator. Dan pemilik iPhone pun tidak harus menggunakan salah satu operator.

***
iPhone-6-vs-Samsung-Galaxy-S6Ketika ponsel Blackberry sedang populer, terutama di Kanada dan Asia, sebuah divisi teknologi di Google yang hanya beranggotakan puluhan enginer, sedang sibuk mempersiapkan platform baru Operating System (OS) untuk ponsel.Meski iPhone begitu dahsyat penjualannya, Larry Page dan Sergey Brinn, pendiri Google, sudah melihat dominasi Apple yang menggantikan operator mungkin bisa diakhiri. iOS, operating system milik Apple yang tertutup menciptakan ketergantungan besar para pengembang aplikasi kepada kesediaan Apple untuk persetujuan.Jika Apple tidak setuju, maka aplikasi sebagus apapun tak akan bisa tersedia di Apple Store. Kerja keras divisi teknologi di Google pimpinan Andrey Rubin pun melahirkan Android. Sebuah OS yang terbuka untuk semua pabrikan ponsel. Google bahkan menggratiskan platform ini.Model bisnis baru pun tercipta. Google melalui Android men-disrupt iOS dan langsung mengambil sebagian besar pasar ponsel Apple.
***
Verizon dan AT&T, dua operator telekomunikasi raksasa di USA, di akhir 2007 mengalami “gangguan” dengan hadirnya iPhone yang menggunakan SIM Card dan tidak mengharuskan konsumen terikat dengan satu operator tertentu. Kurang dari 5 tahun sejak iPhone pertama kali diperkenalkan, Android menjadi platform OS terbuka yang bisa dipakai semua pabrikan ponsel. Kehadiran Android, “mengganggu” dominasi Apple.Tidak hanya di AS, namun juga pasar ponsel di dunia. Popularitas Android, sekaligus melahirkan teknologi aplikasi messaging. Dan popularitas Blackberry Messenger (BBM) pun terus tergerus dan “terganggu” hadirnya WhatsApp, Line, Telegram, dan lain-lain meski platform BBM sebenarnya pun sudah independen dari perangkat kerasnya serta tersedia gratis di pasar aplikasi. Delapan tahun setelah WhatsApp bisa diunduh di Apple Store dan Play Store, jumlah penggunanya kini sudah mencapai 1 miliar. ” Satu diantara tujuh orang di dunia pasti menggunakan WhatsApp”, begitu kata Jan Koum saat merayakan pencapaian jumlah 1 miliar pengguna berapa waktu lalu.Dan BBM kini hampir tak terdengar, meski layanannya masih aktif.

Begitulah dunia digital berjalan kini, disrupt atau ter-disrupt. Survive or extinct.

170216

@januar_sw

No Comments

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia