Sekar Telkom Tolak Kode SLJJ

Ekonomi Makro
Jakarta | Jurnal Nasional | Jum’at, 04 Apr 2008
by : Januarti Sinarra Tjajadi
   

   Serikat Pekerja (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. menolak regulasi yang mengharuskan pembukaan kode akses SLJJ di Balikpapan. Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wartono Purwanto berpendapat bahwa isu kompetisi yang menjadi alasan utama regulasi itu tidak akam bisa mencapai tujuannya.
“Setelah kami hitung, regulasi itu tidak akan mencapai tujuannya. Malah, membuat beban bagi Telkom, belum lagi dampak pada pelanggan juga kerumitan-kerumitan teksnis,” katanya pada Jurnal Nasional, kemarin.
Menurutnya, struktur secara pelanggan ke pelanggan (N to N) masih belum bisa dikompetisikan karena masih ada faktor susbsidi di sambungan lokal. Oleh karena itu sambungan SLJJ terkesan mahal karena mensubsidi sambungan lokal.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Karyawan Telkom Wilayah Khusus (DPW Sekar Telkom Wilsus), Januar Setyo Widodo memaparkan bahwa biaya operasional sambungan lokal lebih tinggi dari tarifnya.
Struktur pendapatan jaringan tetap yaitu 26 persen dari SLJJ, dan sisanya 74 persen dari lokal. Biaya produksi sambungan lokal Rp348 per menit, sedangkan tarifnya Rp125 per menit. Dengan demikian subsidi untuk sambungan lokal Rp 223 per menit.
“Sedangkan, biaya produksi sambungan SLJJ lebih rendah dari jualannya,” ujarnya. Untung dari sambungan SLJJ mencapai Rp864 per menit. Dengan komposisi rata-rata struktur pendapatan di atas, berdasarkan perhitungan subsidi dari SLJJ ke lokal Rp60 per menit.
Berapa potensi penggerogotan keuntungan Telkom? “Pendapatan jaringan lokal makin turun jadi sekitar 12 persen,” katanya.
Perihal subsidi dari SLJJ ke lokal itulah yang tidak akan dialami olah operator baru pembukaan kode akses, yaitu Indosat. Dengan regulasi itu, menurut dia ada kemungkinan operator baru hanya bermain di SLJJ tanpa terbebankan di sambungan lokal.
Hal itu pula yang dia resahkan bahwa operator baru akan malas membangun jaringan. Mustinya regulator fokus mendorong pembangunan infrastruktur dalam upaya peningkatan teledensitas.
Wartono menambahkan, kerugian lain yaitu aset Telkom jadi sasaran eksploitasi operator lain. Bagaimanapun juga, menurutnya, Telkom telah membangun jaringan dan basis pelanggan dengan susah payah serta biaya mahal. “Bila aset itu harus dibagi pada operator asing yang kepentinganya semata keuntungan, tentu itu merugikan dan menyakitkan,” katanya.
Sekar Telkom juga menyatakan kekecewaan atas campur tangan ditjen postel dan BRTI dalam perundingan Business to Business (B to B) antara Telkom dan Indosat. “Interkoneksi antarjaringan melalui dua tahap, pertama harus ada kesepakatan B to B, berikutnya uji coba teknis. Regulasi menyalahi aturan interkoneksi yang harusnya bisnis dulu disepakati,” kata Wartono.
Keputusan Menkominfo nomor M.480.A/Kep/M.kominfo/ XII/2007 tentang kode akses SLJJ, mewajibkan Telkom untuk membuka kode area SLJJ kota Balikpapan, paling lambat kemarin (3/4) sebagai tahap pertama pelaksanaan kebijakan tersebut, bagi penyelenggara SLJJ baru yaitu PT Indosat.

Link :[klik]

1 Comment

  • home
    home
    21.11.2016

    aenigyqwpubsqznhmlkbgetheqip

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia