Godaan tujuhbelasan : sebuah wacana filosofis

…. dari diskusi di milis alumni. Semoga masih bermanfaat.

 

Mas Zaini,Sebuah pertanyaan yang in depth looking sekali.Terutama ketika bangsa kita sedang dalam perjalanannya yang ke-56. Pertanyaan-pertanyaan Mas Zaini cukup menantang secara mental, dan cukup abstrak.Namun demikian,semoga saya bisa
ikut urun rembug.

 

> Pada peringatan tujuhbelasan ini ada  beberapa pertanyaan yang sangat menggoda pikiran saya. Barangkali diantara teman2 ada  yang dapat ikut tergoda.
>   a.. Selain sebagai sesama jajahan belanda adakah alasan lain  bagi berbagai kelompok etnis di kepulauan Nusantara ini untuk  menyatakan diri sebagai satu bangsa Indonesia?

 

Bangsa Indonesia, pada hakekatnya adalah sebuah hasil atas kesepakatan politik yang menjadi pijakan kita menyebut diri kita menjadi ‘bangsa Indonesia’. Sebuah kontrak sosial yang sama sekali baru. Diawal berdirinya, para founding fathers banyak sekali menyebut pendapat sejarawan serta filosof dalam menafsirkan apa itu ‘bangsa’.Dari Otto Bauer, yang mengatakan sebuah bangsa adalah yang ‘le desire d’ etre ensemble’, yang
memiliki cita-cita untuk bersatu, dan juga Ernest Renan, bahwa sebuah bangsa adalah mereka yang satu nasib, dan satu jiwa.Dan  bangsa adalah sebuah kontrak sosial, kata J.J.Rousseau, yang menjadikan kumpulan manusia memiliki kekuatan lebih daripada
jika ia harus sendiri-sendiri. Itu adalah penafsiran sosiopolitis.Ada juga yang menafsirkan secara geopolitis, bahwa bangsa dikaitkan dengan siapa yang mendiami suatu kawasan, dan apakah ada bahasa utama atau mayoritas yang dipakai, dan sebesar apakah kumpulan manusia itu. Konsepsi bangsa menjadi semakin kongkret ketika mereka bergabung menjadi sebuah ‘negara’.
Ditengah berbagai pendapat dan pandangan tersebut, para Bapak Bangsa kita menyadari bahwa ‘Indonesia’ yang mereka cita-citakan (saya sebut dgn tanda petik, untuk menyebutnya bahwa ia adalah konsep imajiner sebelum merdeka), sebenarnya tidaklah komplet memenuhi pandangan-pandangan mereka. ‘Indonesia’ bukanlah Perancis, yang dari dulu sampai sekarang memang memiliki bahasa
asli mereka, bahasa Perancis, merupakan satu komunitas hampir seragam dalam hal adat dan budaya, dan mendiami sebuah daratan tertentu di Eropa, ‘Indonesia’ bukanlah Jerman, yang mendiami kawasan tertentu pula, dan memiliki akar bahasa yang sama dengan bahasa Belanda, yaitu bahasa Jerman, dan  ‘Indonesia’ bukanlah Inggris yang berasal dari Anglo-Saxon, dan memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa asli mereka serta sudah memiliki
tradisi monarki lebih dari seribu tahun, etc, etc.’Indonesia’ adalah sekumpulan orang diantara dua samudera, dua benua Asia dan Australia, ‘Indonesia’ adalah beratus-ratus bahasa lokal,’Indonesia’ adalah puluhan ribu pulau-pulau yang dikelilingi lautan, ‘Indonesia’ adalah kerajaan-kerajaan kecil yang ‘hanya sempat’ disatukan oleh dua imperium, Sriwijaya dan Majapahit, tanpa meninggalkan sebuah tradisi kuat yang mencerminkan sebuah kesamaan adat,budaya, bahasa serta peradaban.
Karena itu, sebenarnya apakah yang ada di pikiran Sultan Hasanuddin ketika mengusir kolonial itu dari Makassar ? Apakah yang ada di pikiran Pattimura, Sisingamangaraja XII, raja-raja Bali yang menentang kolonialisme, Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi I alias Raden Mas
Said alias Pangeran Sambernyawa ?Selain kepentingan lokal mereka ?Apakah mereka saat itu sudah berpikir bahwa yang mereka bela adalah ‘Indonesia’ yang kini berdiri ?
Fakta-fakta ini, nampaknya disadari betul oleh Sukarno, Hatta, Yamin, Supomo, dan sebagian besar para Bapak Bangsa yang lain.Karena itu, diantara berbagai bentuk negara yang sudah ada di dunia, sempat terekam dalam sidang-sidang BPUPKI berbentuk apakah kelak negara baru itu. Kerajaan atau monarki konstitusional ataukah republik ? Ternyata pilihannya adalah
republik, sebuah bentuk negara modern yang kelihatannya lebih cocok dengan masyarakat yang akan dibentuk.

Jangan lupa bahwa Indonesia pernah dijajah Inggris, pernah dijajah Portugis, meskipun tentu saja Belanda-lah yang paling lama menjajah lewat kapitalisme VOC yang kemudian berubah menjadi imperialisme. Karena itu, jikalau hanya mendasarkan diri pernah dijajah Belanda, tentu daerah-daerah yang memiliki historis pernah dijajah Inggris,berpeluang  tidak mengakui Proklamasi
Kemerdekaan.

 

>   b.. Merdeka itu apa dan bagaimana?

 

Soedjatmoko berpendapat, pada hakekatnya kemerdekaan (kata benda) adalah sebuah keterjaminan akan adanya kehendak bebas.Namun, merdeka (kata sifat) menjadi konsep yang sangat relatif ketika ide-ide yang berpengaruh turut mengubah konsepsi merdeka ini.Baik itu yang berasal dari pikiran-pikiran filosofis, maupun yang dibawa karena pengaruh hadirnya agama. Karena itu, sebagian orang jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, beranggapan bahwa mereka
sebenarnya sudah merdeka.Sebab mereka sudah punya pekerjaan yang nyaman, sudah punya lingkungan yang kondusif, sudah punya sistem pendidikan serta sistem ekonomi bahkan sistem politik.Tapi bagi sebagian yang lain, dan mereka itu berpengaruh di kalangan rakyat banyak, mengatakan mereka sebenarnya belum merdeka. Karena
merdeka berarti berdaulat.Dan berdaulat berarti menentukan semuanya sendiri.
Ya ekonominya, ya pendidikannya, ya politiknya, ya kesejahteraannya.Bukan menjadi pasar dari sistem kapitalisme yang menghisap dan diperas sampai kering. Sementara yang dikembalikan kepada mereka dalam bentuk pendidikan, ekonomi dan sosial pada hakekatnya adalah ‘sisa’ belaka. Artinya, apakah apabila Indonesia masih dijajah Belanda dengan kondisi seperti Australia
sekarang yang masih commonwealth dengan Inggris, para revolusioner itu masih ‘bernafsu’ memerdekakan bangsanya ?Hanya sejarahlah yang bisa bicara. Demikian pula, kini dengan
Proklamasi yang 56 tahun usianya, sudahkah Indonesia merdeka secara ekonomi apabila dikaitkan dengan tekanan IMF terhadap setiap kebijakan kita ?

 

>   c.. Kalau benar bangsa  Indonesia itu ada, apakah bangsa ini benar2 sudah siap untuk merdeka?

 

Saya kira jawabannya ada pada seluruh alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara ini (dan mungkin juga di sebagian muka bumi), bahwa apakah eksistensi mereka memperkuat eksistensi Indonesia ? Sebab saya pribadi lahir, besar dan makan dari sebuah tanah dan air pemberian Tuhan yang dinamai Indonesia.dan kelak mungkin, akan kembali menjadi tanah pun di Indonesia.Maksud saya, adalah sebuah kenyataan sejarah bahwa Indonesia ada dan diproklamasikan 17 Agustus 1945.

 

>   d.. Sebenarnya bangsa Indonesia itu (kalau ada) sudah merdeka atau tidak?

 

Terus terang, ini tidak bisa dijawab satu kalimat saja. Dan itupun tergantung jawaban terhadap pertanyaan c. diatas. Tapi bagi saya kemerdekaan politik lewat Proklamasi hendaklah diujudkan dalam kemerdekaan di bidang lain.Masih banyak soal besar negeri ini yang kini bukan lagi sekedar urusan merdeka atau belum.Tapi bagaimana kemerdekaan yang diperoleh 56 tahun lalu
menjadi inspirasi bagi upaya ‘pembebasan’ yang hakiki. Hak Asasi Manusia sudah harus menjadi komitmen aksi, bukan sekedar retorika.Keadilan harus menjadi roh pembangunan yang merata bagi rakyat banyak.Hukum harus mengayomi semua elemen masyarakat tanpa kecuali, dimana hanya dengan terjaminnya penegakkan hukum, demokrasi bisa berjalan dengan baik.Korupsi, kolusi dan
nepotisme akut, harus dikikis habis berdasarkan prinsip obyektifitas. Itu semua bukan sesuatu yang normatif, tapi memang itulah yang sekarang harus dilakukan. Terutama tentu oleh pemerintahan yang baru.

 

>   e.. (Ini pertanyaan yang  paling menggoda) Apakah saya adalah bagian dari bangsa Indonesia yang merdeka?

 

Saya kira, tidak seorang pun bisa menjawab dengan tepat pertanyaan ini.Baik itu secara mental dan moral, maupun hakikat apa yang ingin dicapai dari jawaban pertanyaan itu. Apakah memang ada orang yang benar-benar merdeka ?
Dengan demikian, apakah ada sebuah bangsa yang merdeka dan kemudian ‘memerdekakan’ semua warga bangsanya ?

 

> Salam

Salam kembali juga atas atensi membaca dialog ini.

 

 

9 Comments

  • sell my bhph notes
    sell my bhph notes
    19.08.2016

    I always spent my half an hour to read this weblog’s articles everyday along with a
    cup of coffee.

  • y1111.s3.xrea.com
    y1111.s3.xrea.com
    07.12.2016

    I read this piece of writing completely regarding the difference of most up-to-date and previous technologies, it’s awesome article.

  • zobacz www
    zobacz www
    10.12.2016

    I’m extremely impressed with your writing skills and also with
    the layout on your blog. Is this a paid theme or did you modify it
    yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it is rare to see a
    great blog like this one these days.

  • Mariefam
    Mariefam
    15.12.2016

    Absolutely pent subject matter, Really enjoyed looking through.

  • bakso goreng makassar
    bakso goreng makassar
    06.01.2017

    Appreciation to my father who informed me concerning this web
    site, this web site is in fact remarkable.

  • jual mainan anak online
    jual mainan anak online
    17.01.2017

    Magnificent beat ! I would like to apprentice while you amend your website,
    how can i subscribe for a weblog site? The account aided me a applicable deal.
    I have been tiny bit familiar of this your broadcast offered shiny transparent idea

  • MintCams.com
    MintCams.com
    24.01.2017

    Hey, Cool blog. Be sure to stop by and leave a comment on my
    blog.

    Thanks,
    Gwendolyn
    MintCams.com

  • JasonGig
    JasonGig
    26.01.2017
  • weihnachten
    weihnachten
    13.11.2018

    You’re so interesting! I do not believe I’ve truly read
    through something like this before. So wonderful to discover another person with genuine thoughts on this subject.
    Seriously.. thank you for starting this
    up. This website is something that is required on the internet, someone with
    a bit of originality!

Leave a Comment

Copyright 2015 © Januarsw.com . SmartNesia